Translate

Jumat, 12 Februari 2016

Segudang Tanaman Hidroponik di Kebun Sayur Surabaya


Kunjungan hidroponik di kebun sayur yang berada di kota Surabaya daerah Ketintang Madya dilakukan hari sabtu 12 Februari 2016. Kunjunagn ke kebun sayur dilaksanakan untuk mewujudkan proker yang dibuat Lembaga Kewirausahaan PKPT IPNU IPPNU UNESA. Panitia dari kegiatan ini adalah lembaga kewirausahaan. Acara dimulai pukul 06.00 WIB yang diawali dengan olahraga pagi, games dan mengunjungi kebun sayur Surabaya diikuti oleh 39 orang dari pengurus dan anggota PKPT IPNU IPPPNU UNESA. Banyak penjelasan yang diberikan oleh pemilik kebun sayur mulai dari sejarah kebun sayur hidroponik, macam – macam sayur mayur yang ditanam, bibit yang digunakan, cara menanam dan juga hasil olahan.
Kebun sayur Surabaya berdiri kurang dari 10 tahun dan memiliki dua cabang yaitu di daerah Ketintang Madya dan Umer. Tujuan didirikan kebun sayur Surabaya hidroponik yaitu menunjukkan bahwa kota Surabaya bukan lagi kota yang panas, menguragi ketergantungan konsumen pada daerah-daerah pegunungan yang banyak menanam sayur-mayur. Karena pada kenyataannya pengiriman sayur-mayur dari daerah pegunungan ke kota-kota dirasa kurang memadai. Semua tanaman yang ditanam menggunakan media air, rockwol, sekam bakar, pupufit yang disebut hidroponik. Rockwol adalah campuran pasir dan kerikil kecil yang dpadatkan berasal dari Negara Belanda. Pupufit dan sekam bakar dengan perbandingan campuran 1 : 1 digunakan untuk menanam buah, di kebun sayur hanya menanam buah strawbery dikarenakan cuaca di Surabaya yang sangat panas dan kurang cocok untuk hidroponik buah.
Penanaman menggunakan media rockwol yang berbentuk seperti batu bata dibantu dengan paku jin yang memiiki permukaan yang tajam. Fungsi dari paku jin yaitu melubangi rockwol yang nantinya akan disemaikan bibit sayur mayor. Satu rockwol dapat ditanam 30 biji bibit. Harga satu rockwol Rp. 8000,00.
Cara menanam bibit sayur-mayur atau buah dengan cara hidroponik berbeda. Penanaman buah seperti strawberry hanya bisa ditanam dengan menggunakan campuran sekam bakar dan pupufit dengan perbandingan campuran 1 : 1. Untuk pemberian air dilakukan secara otomatis dengan pipa yang telah deprogram untuk waktu penyemprotan. Sedangkan pada penanaman bibit sayur-mayur digunakan rockwol yang di lubangi sedikit permukaannya dengan paku jin, dan meletakkan bibit sayur-mayur namun tidak boleh terlalu dalam karena tidak akan tumbuh. Rockwol harus tetap basah. Kemampuan penyerapan rockwol melebihi kemampuan penyerapan tanah. Air yang digunakan adalah air PDAM yang dialirkan dengan pompa di talang yang telah didesains sedemikian rupa. Pada malam hari dan saat hujan pomba dank ran air dimatikan agar air yang berada di talang tidak terlalu banyak. Pemberian nutrisi A dan B yang memiliki kandungan tertentu diberikan saat tanaman sudah dewasa. Harga nutrisi A dan nutrisi B yang cair Rp.35.000,00 sedangkan harga nutrisi mix A dan B yang padat Rp. 125.000,00 untuk dilarutkan dalam 5 liter air. Air yang telah digunakan tidak dibuang namun diletakkan di tendon air kemudian diberi nutrisi sesuai dengan takaran yang ditentukan yaitu 1500-2000cc. tentu ada alat untuk mendeteksi kadar nutrisi yang telah dilarutkan di air. Pada tendon air terdapat AC yang berfungsi untuk mendinginkan air, karena suhu kota Surabaya yang panas. Jadi apabila suhu udara panas dan suhu air panas maka tanaman tidak tumbuh dengan optimal bahkan mati. Suhu air yang dianjurkan adalah 23°C. pH air juga ditentukan yaitu 5,5 – 6. Jika suhu tidak sesuai maka akan diatur dengan menambahkan cairan H3PO4. Sayur-mayur yang banyak ditanam adalah selada dan kale. Kale adalah sayuran yang memiliki banyak manfaat karena memiliki anti oksidan yang tinggi. Tanaman kale ini juga disebut ratunya tanaman karena perawatannya juga khusus. Penggunaan rockwol dapat diganti dengan kapas, pemberian nutrisi dilakuan setiap hari dengan perbandingan 5 : 5 : 1 yaitu 5ml nutrisi A, 5ml nutrisi B dalam 1 liter air. Selain itu sinar juga sangat dibutuhkan, namun jika terlalu panas akan dibantung dengan pemasangan paranet di atas tanaman yang berfungsi menahan panas. Tanaman harus terkena sinar matahari minimal 2-3 jam.
Tanaman dapat dipanen 6 minggu sekali. Hasil panen dapat mencapai berat 1 ons ½ untuk 1 tanaman. Jadi pada rockwol yang bisa menampung 30 bibit akan dihasilkan 4 ons ½.  Keunggulan sayur-mayur hidroponik ini adalah dapat ditanam di tanam pada lahan yang sempit. Dapat bertahan dalam waktu 3-4 disimpan dikulkas, kan ketika terlihat layu maka masukkan kedalam air. Karena media rockwol yang masih melekat akan membantunya segar kembali daalam waktu 3 menit. Jadi penyimpanan sayur lebih lama dan akan tetap segar. Untuk menghilangkan rockwol yang melekat pada akar dengan cara menyiramnya dengan air kemudian meremasnya, maka rockwol akan hancur dan bersih. Tanaman yang ditanam menggunakan cara hidroponik memiliki akar yang bersih dari pada ditanam di tanah. Dan pennyerapan nutrisinya lebih maksimal dari pada menanam ditanah. Karena nutrisi yang kita berikan pada tanaman yang ditanam di tanah tidak seluruhnya dimakan oleh tanaman karena nutrisi akan menyebar terlebih dahulu ke daerah sekitarnya. Hasil kualitas dan penyimpanannya. panen penanaman sayur-mayur akan didistribusikan ke hotel-hotel dan akan diolah menjadi ice cream, jus, mie kering. ice cream dibandrol Rp. 6.000,00 per cup kecil dan jus sayur dibandrol Rp. 10.000,00. ( NH* )


Sejarah Satuan Ribosomal


Pada pertengahan tahun 1950-an seorang ilmuan biologi sel yang berasal dari Romania, beliau bernama George Emil Palade, tokoh yang pertama kali meneliti ribosom menggunakan mikroskop elektron. Namun kata “ribosom” ini pertama kali digunakan oleh Richard B. Roberts pada tahun 1958. Dari bahasa yunani “soma” yang artinya badan dan “ribonucleic acid”.  Pada tahun 2009 Venkatraman Ramakrishnan, Thomas A. Steitz, dan Ada E. Yonath mendapatkan hadiah nobel dalam bidang kimia karena telah berhasil menjelaskan struktur rinci dan mekanisme ribosom.
Ribosom terdiri dari asam ribonukleat yang biasanya disingkat RNA dan protein. Ada dua sub unit ribosom  yaitu sub unit besar dan sub unit kecil. Masing-masing ribosom meliputi 2 subunit, pada prokariot subunit ini 60s dan 40s. Subunit terbesar berisi 3 rRNAs pada eukariot ( 285, 5.85 dan 55 rRNAs ) tapi hanya ada 2 pada bacteria ( 235 dan 53 rRNAs ). Pada bacteria eukariot sepadan dengan 5.8 rRNA termuat dalam 23 rRNA.Sub unit akan berfungsi jika proses translansi berlangsung. Sub unit ribosom dinyatakan dengan satuan S. kenapa dinamakan satuan S, karena satuan ini menunjukkan kecepatan pengendapan pada saat sub unit tersebut disentrifugasi, satuan ini ditemukan oleh Svedberg. Koefisien sedimentasi dari prokariot adalah 70S untuk keseluruhan ribosom (50S untuk sub unit yang besar dan 30S untuk yang kecil). Untuk eukariot adalah 80S untuk keseluruhan ribosom (60S untuk sub unit besar dan 40S untuk yang kecil). Ribosom ditemukan tersebar dalam sitoplasma yang biasa disebut ribosom bebas dan lainnya menempel pada reticulum endoplasma, ribosom yang menempel pada reticulum endoplasma disebut dengan endoplasma kasar ( RER ). Suatu ribosom memiliki satu tempat pengikatan mRNA (subunit kecil) dan tiga tempat pengikatan tRNA dikenal dengan tempat E (exit), P (peptidil), dan A (aminosil) yang terdapat pada sub unit besar. Tempat E merupakan tempat keluar tRNA yang tidak bermuatan. Tempat P merupakan tempat pengikatan tRNA-peptidil biasanya pengikat tRNA yang melekat pada rantai polipeptida yang sedang tumbuh. Tempat A merupakan tempat pengikatan tRNA- aminoasil biasanya mengikat tRNA yang membawa asam amino berikutnya yang akan ditambah pada rantai polipeptida. Ribosom berperan dalam proses sintesis protein, sebuah proses menerjemahkan mRNA menjadi protein. Seluruh proses sintesis protein disebut sebagai dogma sentral. Protein yang disintesis oleh ribosom bebas hanya digunakan di dalam sitoplasma.Fungsi ribosom juga untuk  transkripsi. Transkripsi yaitu sintesis RNA dari salah satu rantai DNA, yaitu rantai cetakan atau sense, sedangkan rantai DNA komplemennya disebut rantai antisense. Rentangan DNA yang ditranskripsi menjadi molekul RNA disebut unit transkripsi. Ribosom merupakan suatu partikel ribonukleoprotein yang berukuran kecil (20 X 30 nm).


Sumber :
 - en.wikipedia.org ;  ribosome
-amazine.co ; organel sel:komposisi, struktur dan fungsi ribosom

EKSPRESI GEN

            A. Gambaran Umum
Glucocorticoid hormon bersifat lipophilic dan mudah berdifusi melalui membrane ke sitosol. Di dalama sitosol hormone akan berikatan dengan reseptor sitosolic, hal ini menyebabkan lepasnya protein inhibitor dari reseptor. Reseptor yang telah diaktifkan berdifusi ke dalam nucleus. Di dalam nucleus, kompleks receptor hormone akan berikatan dengan daerah enhancer dari steroid dan setelah itu transkripsi dari gen dapat dimulai.
Proses transkripsi pada sel prokariotik dan sel eukariotik sedikit berbeda karena pada sel prokariotik transkripsi terjadi di inti sel sedangkan translasi terjadi di sitoplasma namun berbeda dengan sel eukariotik. Pada sel eukariotik transkripsi dan translasi terjadi di sitoplasma.
Pada sel prokariotik memiliki kharakteristik gen polisistronik sedangkan pada sel eukariotik memiliki kharakteristik gen monosistronik.
B. Ekspresi Gen pada Prokariotik
Kharakteristik gen pada sel prokariotik adalah polisistronik. mRNA polisistronik berisi kodon lebih dari satu cistron, memiliki kode untuk lebih dari satu protein, dtranskripsikan dari lebih dari satu gen dan memiliki banyak inisiasi dan terminasi kodon.
           Terdapat istilah operon yang artinya dalam proses transkripsi dan translasi terdapat dua atau lebih gen yang dapat diekspresikan. Seperti yang dijelaskan oleh Jacob dan Monod operon adalah sekelompok gen yang diapit secara bersamaan oleh sepasang promoter dan terminator. Pada satu operon gen akan diekspresikan secara bersama melalui inisiasi transkripsi pada promoter yang sama dan akan berakhir pada terminator yang sama. Terdapat tiga gen pada operon laktosa yaitu, lacZ, lacy dan lacA ketiga gen tersebut dapat disebut dengan β-galaktosidase, permease dan transasetilase. Walaupun terdapat tiga gen yang berbeda namun mereka memiliki hubungan fungsi dalam metabolisme ( Muhammad Jusuf,2012 ). Pada operon laktosa terdapat dua gen regulator yaitu gen lac-I dan gen crp. Dengan adanya gen lac-I maka kita akan mengetahui bahwa terdapar keberadaan laktosa sedangkan gen crp berhubungan dengan adanya  glukosa. Gen regulator berfungi untuk mengatur ekspresi gen struktural.
           Laktosa operon ( - ) pada kondisi normal tidak berjalan tetapi sewaktu ada laktosa maka dia akan bekerja hal ini berbeda dengan laktosa triptofan ( + ), pada kondisi normal dia tetap berjalan namun sewaktu dalam media itu terdapat triptofan maka akan berhenti memproduksi triptofan.
           Pada proses regulasi oleh laktosa, gen lac-I akan menghasilkan polipeptida, setiap empat polipeptida akan membentuk satu molekul protein tetramen yang berperan sebagai regulator. Menempelnya protein tetramer pada promoter akan disebut dengan operator. Adanya protein regulator yang menempati operon maka transkriptase tidak dapat melakukan inisiasi transkripsi jadi gen yang ada dibelakang promoter tidak akan terekspresikan. Dengan tidak terekspresikan maka dapat dikatakan bahwa protein regulator sebagi penghalang transkripsi dan hal ini dapat di sebut dengan repressor. Sedangkan activator adalah lawan dari repressor karena activator bersifat mendorong terjadinya ekspresi gen.
         Glukosa akan mengatur aktivitas CAP melalui pengaturan cAMP pada proses regulasi oleh crp dan glukosa. Antara CAP dan cAMP dapat terbentuk asosiasi hal ini menyebabkan CAP aktif berperan sebagai activator. Kuantitas cAMP berbanding terbalik dengan kuantitas glukosa.dapat diartikan bahwa glukosa dalam jumlah kecil berada di dalam sel maka cAMP dalam sel berjumlah besar. Apabila kuantitas dendah makan cAMP tidak dapat berasosiasi dengan CAP, hal ini akan menyebabkan CAP tidak dapat menjadi activator. Begitu juga sebaliknya ketika glukosa rendah dan cAMP berjumlah besar maka asosiasi cAMP – CAP akan terbentuk dan akan berperan sebagai activator enzim transcriptase.namun saat glukosa meningkat mencapai nilai tertentu cAMP akan menurun, ini akan menyebabkan tidak ada asosiasi cAMP – CAP dan CAP tidak dapat berperan sebagai activator dan transkripsi operon laktosa tidak berlangsung.
           Contohnya pada bakteri E.Coli yang dapat memanfaatkan laktosa dengan baik untuk proses hidupnya. Bakteri E.coli mampu mensintesis β-galaktosidase jadi bakteri tersebut mampu mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.

Laktosa -----------------> Glukosa + Galaktosa
β-galaktosidase

Jika bakteri E.coli di kembangkan dalam media yang mengandung glukosa dan laktosa, maka E.coli akan memanfaatkan glukosa terlebih dahulu sebagai sumber karbonnya karena glukosa merupakan gula sederhana yang sangat mudah diproses tanpa membutuhkan energy atau ATP. Setelah glukosa pada media habis, maka E.coli akan mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa, tentu dalam proses inin E.coli memerlukan energy atau ATP untuk mengubahnya. Untuk mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa dibantu dengan enzim β-galaktosidase. Adanya laktosa pada media tumbuh E.coli akan mendorong terjadinya ekspresi operon laktosa atau terjadi sintesis β-galaktosidase. 
C. Ekspresi Gen pada Eukariotik
        Molekul mRNA yang monosistronik berisi urutan pengkodean hanya untuk satu polipeptida. mRNA monosistonik berisi kodon dari cistron tunggal, memiliki kode untuk protein tunggal, ditranskripsikan dari gen tunggal dan memiliki satu inisiasi dan terminasi kodon. Di dalam nucleus sel RNA polymerase memulai tugasnya untuk mentranskip. Pada tahap ini ekson terpotong, kemudian intron bergabung dan membentuk mRNA. Sehingga pada transkripsi sel eukariotik hanya terdapat intron yang tersisa bukan ekson. mRNA keluar dari nucleus menuju sitoplasma kemudian di sitoplasma sub unit ribosom saling melekat ke mRNA Pada proses transkripsi kode genetik ( codon ) akan berpasangan dengan asam amino yang mengkodekan suatu protein. Dalam proses ini yang bergerak adalah ribosom nya. Pada tahap ini telah terbentuk rantai polipeptida yang akan menjadi protein. Kontrol transkripsi pada ekspresi gen pada sel eukariotik dapat terjadi walaupun terdapat “packing” DNA dalam nukleosomes. Di sini terdapat kerja enchancer, enchancer berada jauh dari gen ynag sedang diatur. Aktivator akan terikat ke enhancer yang akan menyebabkan activator berinteraksi dengan faktor transkripsi yang berasosiasi dengan RNA polymerase dan kemudian mengaktivasi transkripsi. Faktor transkripsi dan enhancer memeberikan flexibelitas yang besar untuk kontrol.

Sumber :

AB. 2005. Ekspresi Gen Transkripsi dan Translasi. Tersedia : ekspresi gen.pdf ( online ) pada tanggal 28 November 2015
Hartata, Alex.dkk. 2012. Modul Genetika tersedia : bakteri memanfaatkan laktosa.pdf ( online )  pada tanggal 27 November 2015
Sartini Bayu,Eva.2005.Ekspresi Gen pada Sel Eukariotik e-USU Repository. Tersedia: pemuliaan tanaman-eva.pdf (online ) pada tanggal 28 November 2015
Subowo. 1995.Biologi Sel.Angkasa:Bandung

Sabtu, 12 Desember 2015

Energi Kinetik

Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda yang bergerak.. Contohnya buah durian yang jatuh dari atas pohon menuju tanah dan bongkahan batu besar yang bergerak jatuh ke bawah dari atas gunung yang berasal dari letusan gunung. Energi kinetik ini dipengaruhi oleh massa benda dan kecepatan gerak benda menuju ke permukaan. Peristiwa ini dapat kita lihat dari bongkahan batu besar dan bongkahan batu kecil yang jatuh dari atas lereng gunung , bongkahan batu kecil akan lebih cepat mencapai permukaan dari pada bongkahan batu besar karena bongkahan batu kecil memiliki massa yang lebih kecil dari pada bongkaha batu besar. Akibatnya bongkahan batu besar akan memerlukan energi banyak untuk bergerak ke bawah permukaan. Jadi, semakin besar massa suatu benda makasemakin besar pula energi kinetiknya. Dan semakin cepat benda bergerak, energi kinetiknya juga semakin besar. Dengan demikian besarnya energi kinetik dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut:





 Keterangan:
m: massa (kg)
v: kecepatan (m/s)
Energi Potensial
             Energi potensial adalah energi yang dimiliki suatu benda pada saat benda
tersebut diam atau tidak bergerak pada suatu tempat tertentu. Peristiwa ini dapat kita lihat pada saat jatuhnya buah durian dari pohonnya. Saat buah durian bergerak jatuh ke tanah maka benda tersebut memiliki energi kinetik. Tetapi, saat buah durian itu masih diam pada pada  pohonnya maka durian tersebut memiliki energi potensial.Energi potensial ditentukan oleh massa dan ketinggian benda terhadap tanah. Jadi, semakin besar massa dan ketringgian benda maka energi potensialnya juga semakin besar. Dengan demikian,besar energi potensial dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut :    




Keterangan:
m: massa (kg)
g: percepatan gravitasi bumi (m/s^2)

Gerak Jatuh Bebas

        Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat atau menemui benda yang mengalami gerak jatuh bebas, misalnya gerak buah yang jatuh dari pohon, gerak benda yang dijatuhkan dari ketinggian tertentu atau bahkan gerak manusia yang jatuh dari atap rumah (he2….). mengapa benda mengalami gerak jatuh bebas ?
Gerak Jatuh Bebas alias GJB merupakan salah satu contoh umum dari Gerak Lurus Berubah Beraturan. Apa hubungannya ? silahkan dibaca terus, selamat belajar jatuh bebas, eh selamat belajar pokok bahasan Gerak Jatuh Bebas. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu menyertai anda, sehingga tidak pusing, masuk angin atau mual-mual selama proses pembelajaran ini….


Apa yang anda amati ketika melihat benda melakukan gerak jatuh bebas ? misalnya ketika buah mangga yang sangat enak, lezat, manis dan bergizi jatuh dari pohonnya. Biasa aja…
Jika kita amati secara sepintas, benda yang mengalami gerak jatuh bebas seolah-olah memiliki kecepatan yang tetap atau dengan kata lain benda tersebut tidak mengalami percepatan. Kenyataan yang terjadi, setiap benda yang jatuh bebas mengalami percepatan tetap. Alasan ini menyebabkan gerak jatuh bebas termasuk contoh umum GLBB. Bagaimana membuktikan bahwa benda yang mengalami gerak jatuh bebas mengalami percepatan tetap ? secara matematis akan kita buktikan pada pembahasan Penurunan persamaan Jatuh Bebas (tuh, lihatlah ke bawah)
                      Lakukanlah percobaan berikut ini. Tancapkan dua paku di tanah yang lembut, di mana ketinggian kedua paku tersebut sama terhadap permukaan tanah. Selanjutnya, jatuhkan sebuah batu (sebaiknya batu yang permukaannya datar) dengan ketinggian yang berbeda pada masing-masing paku. Anda akan melihat bahwa paku yang dijatuhi batu dengan ketingian lebih tinggi tertancap lebih dalam dibandingkan paku yang lain. hal ini menunjukkan bahwa adanya pertambahan laju atau percepatan pada gerak batu tersebut saat jatuh ke tanah. Semakin tinggi kedudukan batu terhadap permukaan tanah, semakin besar laju batu tersebut saat hendak menyentuh permukaan tanah. Dengan demikian, percepatan benda jatuh bebas bergantung pada ketinggian alias kedudukan benda terhadap permukaan tanah. Di samping itu, percepatan atau pertambahan kecepatan benda saat jatuh bebas bergantung juga pada lamanya waktu. benda yang kedudukannya lebih tinggi terhadap permukaan tanah akan memerlukan waktu lebih lama untuk sampai pada permukaan tanah dibandingkan dengan benda yang kedudukannya lebih rendah. Anda dapat membuktikan sendiri dengan melakukan percobaan di atas. Pembuktian secara matematika akan saya jelaskan pada penurunan rumus di bawah. Di baca terus ya, sabar…
Pada masa lampau, hakekat gerak benda jatuh merupakan bahan pembahasan yang sangat menarik dalam ilmu filsafat alam. Aristoteles, pernah mengatakan bahwa benda yang beratnya lebih besar jatuh lebih cepat dibandingkan benda yang lebih ringan. Pendapat aristoteles ini mempengaruhi pandangan orang-orang yang hidup sebelum masa Galileo, yang menganggap bahwa benda yang lebih berat jatuh lebih cepat dari benda yang lebih ringan dan bahwa laju jatuhnya benda tersebut sebanding dengan berat benda tersebut. Mungkin sebelum belajar pokok bahasan ini, anda juga berpikiran demikian. Ayo ngaku…..
Misalnya kita menjatuhkan selembar kertas dan sebuah batu dari ketinggian yang sama. Hasil yang kita amati menunjukkan bahwa batu lebih dahulu menyentuh permukaan tanah/lantai dibandingkan kertas. Sekarang, coba kita jatuhkan dua buah batu dari ketinggian yang sama, di mana batu yang satu lebih besar dari yang lain. ternyata kedua batu tersebut menyentuh permukaan tanah hampir pada saat yang bersamaan, jika dibandingkan dengan batu dan kertas yang kita jatuhkan tadi. Kita juga dapat melakukan percobaan dengan menjatuhkan batu dan kertas yang berbentuk gumpalan.
Apa yang berpengaruh terhadap gerak jatuh bebas pada batu atau kertas ? Gaya gesekan udara ! hambatan atau gesekan udara sangat mempengaruhi gerak jatuh bebas. Galileo mendalilkan bahwa semua benda akan jatuh dengan percepatan yang sama apabila tidak ada udara atau hambatan lainnya. Galileo menegaskan bahwa semua benda, berat atau ringan, jatuh dengan percepatan yang sama, paling tidak jika tidak ada udara. Galileo yakin bahwa udara berperan sebagai hambatan untuk benda-benda yang sangat ringan yang memiliki permukaan yang luas. Tetapi pada banyak keadaan biasa, hambatan udara ini bisa diabaikan. Pada suatu ruang di mana udara telah diisap, benda ringan seperti selembar kertas yang dipegang horisontal pun akan jatuh dengan percepatan yang sama seperti benda yang lain. Ia menunjukkan bahwa untuk sebuah benda yang jatuh dari keadaan diam, jarak yang ditempuh akan sebanding dengan kuadrat waktu. Kita dapat melihat hal ini dari salah satu persamaan GLBB di bawah. Walaupun demikian, Galileo adalah orang pertama yang menurunkan hubungan matematis.
Sumbangan Galileo yang khusus terhadap pemahaman kita mengenai gerak benda jatuh, dapat dirangkum sebagai berikut :
Pada suatu lokasi tertentu di Bumi dan dengan tidak adanya hambatan udara, semua benda jatuh dengan percepatan konstan yang sama.
Kita menyebut percepatan ini sebagai percepatan yang disebabkan oleh gravitasi pada bumi dan memberinya simbol g. Besarnya kira-kira 9,8 m/s2. Dalam satuan Inggris alias British, besar g kira-kira 32 ft/s2. Percepatan yang disebabkan oleh gravitasi adalah percepatan sebuah vektor dan arahnya menuju pusat bumi.

Persamaan Gerak Jatuh Bebas
Selama membahas Gerak Jatuh Bebas, kita menggunakan rumus/persamaan GLBB, yang telah dijelaskan pada pokok bahasan GLBB (dibaca dahulu pembahasan GLBB biar nyambung). Kita pilih kerangka acuan yang diam terhadap bumi. Kita menggantikan x atau s (pada persamaan glbb) dengan y, karena benda bergerak vertikal. Kita juga bisa menggunakan h, menggantikan x atau s. Kedudukan awal benda kita tetapkan y0 = 0 untuk t = 0. Percepatan yang dialami benda ketika jatuh bebas adalah percepatan gravitasi, sehingga kita menggantikan a dengan g. Dengan demikian, persamaan Gerak Jatuh Bebas tampak seperti pada kolom kanan tabel.

Penggunaan y positif atau y negatif pada arah ke atas atau ke bawah tidak menjadi masalah asal kita harus konsisten selama menyelesaikan soal.


Pembuktian Matematis
Pada penjelasan panjang lebar di atas, anda telah saya gombali untuk membuktikan secara matematis konsep Gerak Jatuh Bangun, eh Gerak Jatuh Bebas bahwa massa benda tidak mempengaruhi laju jatuh benda. Di samping itu, setiap benda yang jatuh bebas mengalami percepatan tetap, semakin tinggi kedudukan benda dari permukaan tanah, semakin cepat gerak benda ketika hendak mencium tanah. Demikian pula, semakin lama waktu yang dibutuhkan benda untuk jatuh, semakin cepat gerak benda ketika hendak mencium batu dan debu. Masih ingat ga? Gawat kalo belajar sambil tiduran, tuh colokin tangan ke komputer biar pemanasan (piss…..)
Sekarang, rumus-rumus Gerak Jatuh Bebas yang telah diturunkan diatas, kita tulis kembali untuk pembuktian matematis.
vy = vyo + gt  —— Persamaan 1
y = vyot + ½ gt2 —— Persamaan 2
vy2 = vyo2 + 2gh —— Persamaan 3

(sory, baru lupa… embel-embel y di belakang v hanya ingin menunjukan bahwa benda bergerak vertikal atau benda bergerak pada sumbu y, bila kita membayangkan terdapat sumbu kordinat sepanjang lintasan benda. Ingat lagi pembahasan mengenai titik acuan)
Amati rumus-rumus di atas sampai puas. Ini perintah Jenderal, ayo dilaksanakan. Kalo bisa sampai matanya bersinar….
Pembuktian Nol
Setelah mengamati rumus di atas, apakah dirimu melihat lambang massa alias m ? karena tidak ada, maka kita dapat menyimpulkan bahwa massa tidak ikut bertanggung jawab dalam Gerak Jatuh Bebas. Setuju ya ? jadi masa tidak berpengaruh dalam GJB.

Pembuktian Pertama
vy = vyo + gt  —— Persamaan 1
Misalnya kita meninjau gerak buah mangga yang jatuh dari tangkai pohon mangga. Kecepatan awal Gerak Jatuh Bebas buah mangga (vy0) = 0 (mengapa bernilai 0 ? diselidiki sendiri ya….) Dengan demikian, persamaan 1 berubah menjadi :
vy =  gt
Melalui persamaan ini, dapat diketahui bahwa kecepatan jatuh buah mangga sangat dipengaruhi oleh percepatan gravitasi (g) dan waktu (t). Karena g bernilai tetap (9,8 m/s2), maka pada persamaan di atas tampak bahwa nilai kecepatan jatuh benda ditentukan oleh waktu (t). semakin besar t atau semakin lamanya buah mangga berada di udara maka nilai vy juga semakin besar.
Nah, kecepatan buah mangga tersebut selalu berubah terhadap waktu atau dengan kata lain setiap satuan waktu kecepatan gerak buah mangga bertambah. Percepatan gravitasi yang bekerja pada buah mangga bernilai tetap (9,8 m/s2), tetapi setiap satuan waktu terjadi pertambahan kecepatan, di mana pertambahan kecepatan alias percepatan bernilai tetap. Alasan ini yang menyebabkan Gerak Jatuh Bangun termasuk GLBB.

Pembuktian Kedua
Sekarang kita tinjau hubungan antara jarak atau ketinggian dengan kecepatan jatuh benda
vy2 = vyo2 + 2gh —— Persamaan 3
Misalnya kita meninjau batu yang dijatuhkan dari ketinggian tertentu, di mana batu tersebut dilepaskan (bukan dilempar ke bawah). Jika dilepaskan maka kecepatan awal alias v0 = 0, seperti buah mangga yang jatuh dengan sendirinya tanpa diberi kecepatan awal. Jika batu tersebut dilempar, maka terdapat kecepatan awal. Paham ya perbedaannya….
Karena vy0 = 0, maka persamaan 3 berubah menjadi :
vy2 = 2gh
Dari persamaan ini tampak bahwa besar/nilai kecepatan dipengaruhi oleh jarak atau ketinggian (h) dan percepatan gravitasi (g). Sekali lagi, ingat bahwa percepatan gravitasi bernilai sama (9,8 m/s2). Karena gravitasi bernilai tetap, maka nilai kecepatan sangat ditentukan oleh ketinggian (h). semakin tinggi kedudukan benda ketika jatuh, semakin besar kecepatan benda ketika hendak menyentuh tanah. setiap satuan jarak/tinggi terjadi pertambahan kecepatan saat benda mendekati tanah, di mana nilai pertambahan kecepatan alias percepatannya tetap.

Jangan Panik Apabila Lift Macet

 Jika lift berhenti karena listrik padam.
o Jika listrik tiba-tiba mati, lampu darurat didalam sangkar (sangkar) secara otomatis akan segera menyala. Lampu darurat ini merupakan perlengkapan standard dari sebuah lift yang ditenagai oleh batere NI-Cad.
o Segera cari tombol interphone atau simbol phone. Mintalah pertolongan pada teknisi gedung untuk mengeluarkan anda dan tunggu sampai bantuan datang.
o Selama menunggu, jangan mencoba membuka pintu dan mencari jalan keluar sendiri, karena lingkungan sekitar ruang luncur lift berbahaya.
o Jika lift berada di pertengahan antara 2 lantai, lift akan di jalankan secara manual dengan tangan. Tunggu sampai berhenti dan di bukakan pintu oleh teknisi.
o Setelah pintu terbuka keluarlah dari sangkar dan melangkah hati-hati. (Pintu akan ditutup kembali oleh teknisi setelah semua penumpang keluar.)
o Jika lift di gedung anda di lengkapi dengan Alat Penyelamat Otomatis (ARD, Automatic Rescue Device).
o Setelah listrik mati, lampu darurat akan menyala.
o Tunggu beberapa detik, maka anda akan merasakan lift bergerak menuju lantai terdekat.
o Setelah lift berhenti, pintu akan terbuka beberapa saat. Segeralah keluar dan melangkah hati-hati. Pintu akan otomatis tertutup lagi setelah beberapa detik.
o Jika gedung memiliki pembangkit listrik sendiri (Genset) dan tenaganya cukup untuk semua lift.
o Setelah listrik mati, lampu darurat akan menyala.
o Tunggu anatra 10 sampai 30 detik, Listrik akan hidup kembali dan lampu sangkar akan menyala. Kemudian tunggu beberapa detik lagi dan tombol kembali lantai tujuan anda.
o Jika gedung memiliki pembangkit listrik sendiri (Genset) dan tenaganya hanya cukup untuk sebagian lift.
o Setelah listrik mati, lampu darurat akan menyala.
o Tunggu anatra 10 sampai 30 detik, Listrik akan hidup kembali dan lampu sangkar akan menyala.
o Tunggu sampai sangkar diturunkan secara bergantian ke lantai lobi utama.
o Setelah sampai lobi utama, keluarlah dan cari lift yang dioperasikan dalam kondisi keterbatasan daya.
o Jika terjebak dalam sangkar karena lift mengalami kerusakkan.
o Ketika lift sedang melaju dan tiba-tiba mengalami kerusakkan, lift bisa berhenti ditengah jalan. Jika lift dilengkapi dengan trouble rescue device, maka setelah lift berhenti beberapa detik, lift akan segera mendarat di lantai terdekat pada kecepatan lambat. Setelah pintu lift terbuka segeralah keluar. Pintu akan menutup kembali dan lift tidak bisa digunakan sampai selesai diperbaiki. (Sistim rescue akan berjalan jika tidak ada gangguan pada sistim pengaman atau rangkaian elektronik penggerak sangkar).
o Segera cari tombol interphone, atau tekan tombol dengan simbol phone. Mintalah pertolongan pada teknisi gedung untuk mengeluarkan anda dan tunggu sampai bantuan datang. Yakinkan anda bisa berkomunikasi dengan teknisi gedung yang terlatih melakukan rescue lift yang macet.
o Selama menunggu, jangan mencoba membuka pintu dan mencari jalan keluar sendiri, karena lingkungan sekitar ruang luncur lift berbahaya bagi orang awam dan kemungkinan lift bisa tiba-tiba bergerak. Sehingga penumpang yang berusaha keluar sendiri bisa mengalami kecelakaan.
o Jika lift berada di pertengahan antara 2 lantai, lift akan di jalankan secara manual dengan tangan. Tunggu sampai berhenti dan di bukakan pintu oleh teknisi.
o Setelah pintu terbuka keluarlah dari sangkar dan melangkah hati-hati. (Pintu akan ditutup kembali oleh teknisi setelah semua penumpang keluar).
o Jika Terjadi Kebakaran.
o Jika anda sedang berada diluar lift dan tahu ada kebakaran. Jangan Menggunakan Lift. Cepat lari menuju ke tangga darurat untuk segera turun ke luar gedung.
o Jika anda sedang berada dalam lift dan ada kebakaran. Jika lift menggunakan interkoneksi otomatis dengan fire alarm sehingga memperoleh peringatan dini. Maka lift akan otomatis turun ke bawah ke lantai utama. Atau secepatnya keluar lift,segera sesudah mendapat informasi ada kebakaran di suatu lantai. Ini jika liftnya tidak memiliki sistim otomatis.
o Sesuai aturan international, pada saat kebakaran lift sama sekali tidak boleh digunakan. Segera menuju ke tangga darurat untuk turun.. Kecuali regu pemadam kebakaran yang menggunakan Fireman Lift (Lift Khusus Untuk Pemadam Kebakaran). Mereka sudah dilengkapi baju untuk pemadam kebakaran yang tahan api dan tahan panas.
o Jika ada Gempa Bumi.
o Jika lift diengkapi dengan sensor seismik, lift akan mendarat di lantai terdekat. Segera keluar dari lift dan mencari perlindungan seperti dibawah meja yang kuat. Jika akan turun menggunakan tangga darurat, mungkin sulit. Saat ada gempa, berdiri saja akan sulit, apalagi mau jalan ke tangga. lebih baik cari perlindungan.
o Jika lift tidak dilengkapi sensor seismik, maka lift akan tetap jalan dan anda akan terasa dibanting-banting. Segera keluar lift dan secepatnya berlindung.
o Setelah gempa bumi lift harus diperiksa dahulu sampai dinyatakan aman dan tidak berbahaya untuk digunakan.

Identifikasi Larutan Asam Basa


Banyak sekali larutan di sekitar kita, baik yang bersifat asam, basa, maupun netral. Tahukah kamu bagaimana cara menentukan sifat asam dan basa larutan secara tepat? Indikator yang dapat digunakan untuk menentukan sifat asam dan basa larutan secara tepat adalah indikator asam basa. Apa pengertian indikator?
Indikator adalah zat-zat yang menunjukkan indikasi berbeda dalam larutan asam, basa, dan garam. Cara menentukan senyawa bersifat asam, basa, atau netral dapat menggunakan kertas lakmus dan larutan indikator atau indikator alami. Berikut adalah dua cara menguji sifat larutan yaitu dengan menggunakan indikator buatan (salah satunya dengan mengidentifikasinya dengan kertas lakmus) dan indikator alami.
Identifikasi dengan Kertas Lakmus
Warna kertas lakmus dalam larutan asam, larutan basa dan larutan bersifat netral berbeda. Ada dua macam kertas lakmus, yaitu lakmus merah dan lakmus biru. Sifat dari masing-masing kertas lakmus tersebut adalah sebagai berikut.
1) Lakmus merah dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan basa berwarna biru.
2) Lakmus biru dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan basa berwarna biru.
3) Lakmus merah maupun biru dalam larutan netral tidak berubah warna.

Identifikasi Larutan Asam, Basa dan Garam Menggunakan Indikator Alami
Ada beberapa cara yang dapat lakukan untuk mengetahui apakah zat tersebut tergolong asam, basa atau garam, yaitu dengan menggunakan indikator alami. Berbagai bunga yang berwarna atau tumbuhan dapat digunkan sebagai indikator untuk menentukan asam, basa atau garam suatu zat, misalnya bunga kembang sepatu, bunga mawar, kunyit, kulit manggis, dan kubis ungu.
Sebagai contoh, ambillah kulit manggis, tumbuklah sampai halus dan campur dengan sedikit air. Warna kulit manggis adalah ungu (dalam keadaan netral). Jika ekstrak kulit manggis dibagi tiga dan masing-masing diteteskan larutan asam, basa dan garam, maka dalam larutan asam terjadi perubahan warna dari ungu menjadi cokelat kemerahan. Larutan basa yang diteteskan akan mengubah warna dari ungu menjadi biru kehitaman, sedangkan pada larutan garam tidak berubah warnanya.